Tanya Jawab
article thumbnailAtasi Jurang Teknologi dan Bisnis dengan Inkubator
16/06/2011

Jurang antara Teknologi dan Bisnis akan semakin dalam jika tidak segera dicarikan solusinya. Diperlu [ ... ]


Lainnya
Resensi
article thumbnailMengupas Potensi Sagu yang Terabaikan

Judul Buku:  Sagu, Potensi yang Masih Terabaikan Penulis: Laksamana Madya TNI (Purn) Freddy Numberi Penerbit: PT Bhuana Ilmu Populer Tebal: xxv + 211 halaman Cetakan : I, 2011   Sejak dulu,  [ ... ]


Artikel Lainnya
Advertorial
article thumbnailLomba Penulisan dan Foto Iptek 2014

  LATAR BELAKANG Intensitas persaingan antarnegara yang semakin tinggi telah menjadi ciri utama dinamika perekonomian global pada abad ke-21 ini. Eksistensi sebuah negara sangat ditentukan oleh k [ ... ]


Artikel Lainnya
workshop

Berita ini

Telah dibaca: 1090

Dibangun PLT Angin Komersial Pertama di Indonesia

Penilaian Pengguna: / 1
JelekBagus 

Indonesia akan memasuki era baru dalam implementasi energi baru terbarukan (EBT) jika pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Angin yang tengah dirintis PT Viron Energy terealisasi. Mengingat hingga kini belum ada PLT-Angin yang beropersi secara komersial. Perusahaan Indonesia ini akan membangun PLT Angin berkapasitas 10MW di Desa Taman Jaya, Sukabumi. Rencananya, PLT Angin akan dibangun di lima titik dan masing-masing titik dilengkapi dengan turbin yang dapat menghasilkan dua megawatt.

Menurut Direktur PT Viron Energy Poempida Hidayatulloh, saat ini pihaknya telah menyelesaikan proses perizinan, studi kelayakan dari sisi teknis maupun finansial. Diharapkan pada akhir April pembicaraan dengan PLN tentang power purchase agreement (PPA) sudah selesai.

“Dari perhitungan, kami akan menawarkan sekitar Rp850 kwh per hour untuk pembelian jangka waktu 20 tahun. Harga tersebut dirasa pas setelah memperhitungkan tax holiday yang diatur dalam Keputusan Menteri Keuangan. Sampai kini PLN menawarnya Rp656 kwh per hour. Semoga kami segera menemukan titik temu,” kata Poempida yang juga menjabat Ketua Komite Tetap Energi Berbasis Lingkungan Kadin.

Diakui Poempida, nilai beli dari PLN adalah yang selama ini menjadi kendala bagi pengembangan energi baru terbarukan di Indonesia. “Ini yang harus dicari solusinya bersama-sama,” katanya.

Dari kapasitas terbangun 10 MW, kapasitas produksi PLT Angin ini per tahun rata-rata hanya sebesar 20 persennya atau 286 ribu watt hour/tahun. “20 persen itu sudah bagus. Hal ini karena kami memperhitungkan kondisi angin,” jelas Poempida.

Kecepatan angin rata-rata di Desa  Taman Jaya, Sukabumi sebesar 7,3 m/detik pada ketinggian 45 meter. Rencananya turbin akan akan dibangun dengan ketinggian 80 meter sehingga akan diperoleh kecepatan angin yang lebih tinggi.

Untuk studi kelayakan teknis, Viron Energy didukung oleh Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan (P3TKEBT) Badan Litbang Energi dan Sumberdaya Mineral Kementerian Energi dan Sumberdaya Mineral.

Sementara untuk pembangunannya, Viron Energy menggandeng Souzlon untuk pengadaan turbin dan PT Adhi Karya untuk pembangunan pondasi hingga tower. “Secara keseluruhan kandungan lokal dalam PLT Angin ini sebesar 30 persen,” kata Peompida. Disebutkan, investasi Viron Energy untuk pembangunan PLT Angin berkapasitas 10 MW sebesar 14 juta dolar AS dengan perhitungan 1,4 juta dolar AS untuk 1 MW. (dra)

 

Buat Komentar


Kode CAPTCHA
Refresh

komunitas

Komentar Terbaru

subscribe

iklantechno
Kolom
article thumbnailTUNA SI PENGELANA LAUT PUN DIBIAKKAN DI KOLAM
12/02/2014 | Dewlest

Potongan-potongan cumi dan ikan layang bercampur dengan vitamin C dan vitamin E itu tiba-tiba lenyap diperebutkan puluhan ikan tuna sirip kuning yang terkenal tangkas dan gesit di laut.
Ikan-ikan t [ ... ]


Artikel Lainnya
    Info Produk
    Angket
    Artikel Apa Yang Anda Sukai?
     
    iklanmapiptek