Tanya Jawab
Resensi
article thumbnailPeran Informasi Geospasial Dalam Pembangunan Nasional

  Judul: Data Penginderaan Jauh, Informasi Geospasial dan Pengetahuan Geografis: Sinergi Kebijakan dan Kearifan Lokal, Nasional dan Global Penulis: Prof. DR. Aris Poniman Tebal: 68 Halaman Pen [ ... ]


Artikel Lainnya
Advertorial
article thumbnailLomba Penulisan dan Foto Iptek 2015

Penerbangan perdana pesawat terbang N-250 Gatotkaca pada 10 Agustus 1995 menjadi tonggak sejarah peringatan Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Hakteknas). Hasil karya anak bangsa ini menjadi bukti [ ... ]


Artikel Lainnya
workshop
Telah dibaca: 41306

Tahun ini Musim Kemarau Hanya Dua Bulan

Penilaian Pengguna: / 57
JelekBagus 

musim_kemarauMusim kemarau pada tahun ini mengalami pergesaran atau kemunduran. Untuk wilayah Sumatera, Sulawesi dan sebagian Bali musim kemarau diprakirakan baru akan dimulai pada sepuluh hari pertama bulan Juli (Juli-I).

Sementara untuk wilayah Jawa, datangnya musim kemarau bervariasi, mulai dari dasarian ketiga Juni hingga dasarian ke dua Juli. Sementara musim kemarau di wilayah Maluku akan dimulai dasarian kedua Juli.

“Padahal biasanya pada Juni, Juli, Agustus sudah masuk musim kemarau,” kata Kepala Badan Meteoroli Klimatologi dan Geofisika Sri Woro B. Harjono dalam jumpa pers di Kantor BMKG, Jakarta, siang ini.


Sebelumnya, pada Maret 2010, BMKG memprakirakan 93 persen wilayah Indonesia memasuki musim kemarau berturut-turut mulai Maret, April, Mei, Juni. Namun sampai medio Juni 2010, hujan dengan intensitas rendah hingga tinggi masih terjadi di beberapa daerah.


Menurut Sri Woro, masih banyaknya curah hujan di sebagian daerah sangat terkait dengan kondisi faktor kendali curah hujan di Indonesia.  Ada empat faktor pengendali curah hujan di Indonesis, yaitu El Nino/La Nina di bagian timur, suhu permukaan laut (SST), dipole mode di sisi barat dan monsun. Keempat faktor mempengaruhi terjadinya tarik-menarik massa uap air , yang kemudian turun menjadi hujan.

“Dari empat faktor itu, suhu permukaan laut yang paling berperan. Ini khas Indonesia karena Indonesia adalah satu-satunya negara yang memiliki lautan, diapit dua samudera, diapit dua benua,” jelas Sri Woro.

Dari monitoring perkembangan El Nino mulai September 2009, diketahui El Nino mencapai puncaknya pada Januari 2010. El Nino meluruh signifikan pada Februari 2010 dan sebaliknya mulai terjadi fenomena La Nina. Pada Juni 2010, indeks La Nina mencapai minus 0,7. “Itu artinya ada penambahan massa uap air ke wilayah Indonesia,khususnya di bagian tengah dan timur,” terang Sri Woro.

Dari sisi suhu permukaan laut (SST), pada Juni 2010, menurut pengamatan BMKG merupakan temperatur paling tinggi dibandingkan dengan bulan Juni pada tahun-tahun sebelumnya.  Suhu permukaan laut yang tinggi ini menarik massa uap  dari Pasifik masuk ke Indonesia.  

“Kondisi suhu pada Juni 2010 mirip dengan kondisi Juni 1998. Suhu permukaan laut wilayah Indonesia pada Juni 2012 diprediksi lebih panas ketimbang Juni tahun ini,” kata Sri Woro seraya menambahkan anomali suhu di perairan Indonesia diprediksi masih berlanjut hingga November 2010. “Suhunya masih cukup hangat hingga November. Itu artinya terjadi penambahan massa uap air di wilayah Indonesia, yang artinya  ada potensi hujan.”

Sementara hingga Mei 2010, Dipole Mode juga cenderung negatif. Hal tersebut berarti menimbulkan penambahan massa uap air di bagian barat Indonesia. Namun begitu, hingga November 2010 indeks dipole mode akan menjadi normal sehingga tidak mengganggu curaah hujan di Indonesia bagian barat.

Dengan melihat faktor-faktor pengendali curah hujan tersebut, jelas Sri Woro, hingga pertengahan Juli sebagian besar wilayah Indonesia masih berpotensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat. Selain itu, BMKG juga memprediksi musim kemarau 2010 berssifat lebih basah dibanding normalnya dan akan lebih pendek dibanding normalnya, yakni hanya sekitar dua bulan. (dra)

 
komunitas

Komentar Terbaru

subscribe

iklantechno
Kolom
article thumbnailTUNA SI PENGELANA LAUT PUN DIBIAKKAN DI KOLAM
12/02/2014 | Dewlest

Potongan-potongan cumi dan ikan layang bercampur dengan vitamin C dan vitamin E itu tiba-tiba lenyap diperebutkan puluhan ikan tuna sirip kuning yang terkenal tangkas dan gesit di laut.
Ikan-ikan t [ ... ]


Artikel Lainnya
Info Produk
Angket
Artikel Apa Yang Anda Sukai?
 
iklanmapiptek