Tanya Jawab
article thumbnailAtasi Jurang Teknologi dan Bisnis dengan Inkubator
16/06/2011

Jurang antara Teknologi dan Bisnis akan semakin dalam jika tidak segera dicarikan solusinya. Diperlu [ ... ]


Lainnya
Resensi
article thumbnailOrkestra Inovasi dan Kekuatan Daya Saing

Judul    : Knowledge and Innovation, Platform Kekuatan Daya Saing
Penulis  : Zuhal
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Tebal     : x + 485 halaman
Cetakan: I, 2010

Kunci kemajuan suatu bangsa sejatiny [ ... ]


Artikel Lainnya
Advertorial
article thumbnailLomba Penulisan Iptek-Hakteknas 2012

LATAR BELAKANG

Banyak negara mencapai kemajuan dan kemakmuran karena mengandalkan sumberdaya manusia yang kreatif dan inovatif untuk dapat meningkatkan daya saing negara dan mencapai kemandirian bang [ ... ]


Artikel Lainnya
workshop

Berita ini

Telah dibaca: 787

Mobil Irit ITB Melesat Di Malaysia

Penilaian Pengguna: / 2
JelekBagus 

Mobil besutan mahasiswa Indonesia tidak hanya jago kandang. Mau bukti? Sebuah koran nasional memberitakan keberhasilan putra bangsa dengan kesuksesannya memacu kecepatan di arena balap. Kendaraan hemat energi ini dirancang di Institut Teknologi Bandung (ITB) dan berhasil mencetak hattrick pada kejuaraan Shell Eco-Marathon (SEM) Asia 2012 di Sepang International Circuit, Kuala Lumpur, Malaysia, 4-7 Juli lalu.

Mobil irit ini meraih tiga penghargaan yaitu tim Cikal Cakrasvarna menjadi juara pertama pada kelas bahan bakar bensin, tim Cikal Cakrawala sebagai runner-up untuk kelas bahan bakar baterai lithium, dan tim Cikal Diesel sebagai runner-up pada kelas bahan bakar diesel alternatif.

Tim Cikal Cakrasvarna berhasil menjadi yang teririt dengan konsumsi bahan bakar bensin 196 km/liter, tim Cikal Cakrawala meraih posisi kedua dengan konsumsi energi 75 km/kWh, serta Cikal Diesel dengan konsumsi bahan biodiesel 149 km/liter.

Menurut Manajer Cikal Cakrasvarna Peter Lukito Ferdian, prestasi ini merupakan hasil kerja keras para mahasiswa dari beberapa multidisiplin yakni Teknik Mesin, Teknik Elektro, Elektro Power, Elektro Telekomunikasi, Desain Produk, Desain Interior, Teknik Industri, Teknik Penerbangan, dan Teknik Material.

"Shell Eco-Marathon merupakan sebuah kompetisi yang menantang para pelajar di seluruh dunia untuk membuat sebuah kendaraan ultrahemat energi," ujar anggota tim Cikal Cakrawala, Febri Arwan Nugraha, di Gedung Annex ITB, Jalan Tamansari, Kota Bandung, kemarin.

Menurut dia, dalam kompetisi ini dilombakan sejumlah mobil rancangan mahasiswa dan pelajar dengan berbagai jenis bahan bakar untuk menempuh jarak terjauh dengan jumlah bahan bakar tertentu. Bahan bakar yang digunakan antara lain baterai lithium, diesel, etanol, fame, bensin, GTL (gas to liquid), hidrogen, dan energi surya.

"Kemenangan ini menjadi sebuah harapan baru dalam pengembangan mobil listrik nasional. Prestasi ini akan terus dipertahankan dan dikembangkan hingga nantinya ajang ini bukan hanya kompetisi, tapi mewujudkan ide-ide menjadi kenyataan," jelasnya.

Kunci keberhasilan tim ITB menjuarai kompetisi yang dimulai pada 1993 di Amerika Serikat itu adalah pelumasan yang baik pada kendaraan dan cara mengemudi. Mahasiswa jurusan Teknik Mesin ITB tingkat akhir itu berharap dukungan maksimal dari ITB dalam bimbingan teknis maupun pendanaan untuk mengirimkan peserta ke kompetisi SEM setiap tahun, karena selama ini mahasiswa berpartisipasi dalam kejuaraan tersebut secara swadaya.

"Masa persiapan untuk merakit kendaraan membutuhkan waktu enam bulan, sedangkan setahun sebelumnya sudah mulai mencari sponsor. Untuk setiap unit mobil dibutuhkan biaya Rp60-80 juta," ujar Peter.

Selain ITB, tim dari Indonesia yang berjaya adalah tim Sadewa dari Universitas Indonesia (UI) pada kategori urban gasoline dengan konsumsi bahan bakar bensin 152 km/liter. Tim ITS 2 dari Institut Teknologi Sepuluh November Surabaya dengan konsumsi bahan bakar biodiesel 167 km/liter yang menjadi juara dua kategori urban fame.

Pada kompetisi SEM,yang diikuti 124 tim dari 18 negara ini, kendaraan hasil karya setiap tim mengelilingi sirkuit sebanyak empat putaran. Pemenang kejuaraan dari setiap kategori adalah tim yang mampu melaju dengan jarak terjauh menggunakan bahan bakar paling sedikit.

 

Komentar  

 
0 #1 05-09-2012 17:43
Ini adalah berita menggembirakan dan membanggakan, banyak prestasi pelajar-pelajar/mahasiswa/ilmuwan Indonesia yang lebih hebat. Namun mengapa media lebih senang memberitakan hal-hal yang buruk seperti pertikaian antar geng, tawuran pelajar, kriminalitas, kasus korupsi dan lain-lain. Apakah karena pemilik/pemegang saham media-media tersebut memiliki afiliasi dengan partai politik yang berseberangan dengan pemerintah sehingga berupaya membuat stigma negatif bahwa di era pemerintahan saat ini tidak tercapai kemajuan.. wallahualam..
Kutip
 

Buat Komentar


Kode CAPTCHA
Refresh

komunitas

Komentar Terbaru

subscribe

iklantechno
Kolom
article thumbnailImplikasi Lingkungan Akibat Pengembangan Jakarta
22/12/2009 |

Banjir musiman di Jakarta dapat diestimasikan terjadi pada setiap awal tahun dan akhir tahun. Banyak faktor yang melatarbelakangi terjadinya banjir di Jakarta, diantaranya karena semakin meluasnya wil [ ... ]


Artikel Lainnya
    Info Produk
    Angket
    Artikel Apa Yang Anda Sukai?
     
    iklanmapiptek