Tanya Jawab
article thumbnailAtasi Jurang Teknologi dan Bisnis dengan Inkubator
16/06/2011

Jurang antara Teknologi dan Bisnis akan semakin dalam jika tidak segera dicarikan solusinya. Diperlu [ ... ]


Lainnya
Resensi
article thumbnailMengupas Potensi Sagu yang Terabaikan

Judul Buku:  Sagu, Potensi yang Masih Terabaikan Penulis: Laksamana Madya TNI (Purn) Freddy Numberi Penerbit: PT Bhuana Ilmu Populer Tebal: xxv + 211 halaman Cetakan : I, 2011   Sejak dulu,  [ ... ]


Artikel Lainnya
Advertorial
article thumbnailLomba Penulisan dan Foto Iptek 2014

  LATAR BELAKANG Intensitas persaingan antarnegara yang semakin tinggi telah menjadi ciri utama dinamika perekonomian global pada abad ke-21 ini. Eksistensi sebuah negara sangat ditentukan oleh k [ ... ]


Artikel Lainnya
workshop

Berita ini

Telah dibaca: 1856

Indonesia Mengalami De-Industrialisasi

Penilaian Pengguna: / 2
JelekBagus 

news_581Jakarta : Kalangan peneliti dan perekayasa Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) mengindikasikan terjadi de-industrialisasi di Indonesia. Hal itu tercermin melalui pertumbuhan TFP (Total Factor Productivity ) sector industri selama 2002-2007 yang cenderung turun bahkan stagnan pada 2008 atau mengalami pertumbuhan nol persen.

 “Kami mencatat sector industri, khususnya industri pengolahan merupakan sektor yang pertumbuhan teknologinya cenderung turun, yang memberikan indikasi terjadinya proses de-industrialisasi. Hal ini berlangsung hingga 2008 yang menunjukkan pertumbuhan stagnan atau nol persen,” ujar Kepala BPPT Dr  Ir Marzan A. Iskandar  kepada wartawan dalam paparan “Catatan Akhir Tahun BPPT 2009” di Jakarta hari ini.

Pada 2008, BPPT melakukan perhitungan TFP nasional untuk 1976—2007. Sedangkan pada 2009 telah dilakukan perhitungan TFP 1984—2007 untuk 11 provinsi, yaitu DKI Jakarta, Jawa Barat, D I Yogyakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Kalimantan Timur, Sulawesi Utara, Maluku dan Papua.

Dari penghitungan di 11 propinsi, tercatat rata-rata TFP Nasional sekitar 1,69. Tertinggi dicapai Jawa Barat yang mencapai 6,30 diikuti Sumatera Barat 4,10, dan Jakarta 3,20. Namun, 3 provinsi yang memiliki TFP di bawah angka nasional, yaitu DI Yogyakarta, Kalimantan Timur dan terendah Papua.

Dari keseluruhan bidang, sektor transportasi dan komunikasi merupakan sektor dengan pertumbuhan teknologi yang selalu meningkat atau mengalami pertumbuhan rata-rata 15 persen.

Pendekatan TFP berasal dari teori pertumbuhan ekonomi yang didasari asumsi bahwa total hasil produksi dipengaruhi oleh jumlah modal (kapital), tenaga kerja dan teknologi yang digunakan. Perkembangan teknologi selanjutnya dihitung sebagai selisih dari pertumbuhan ekonomi dan pertumbuhan modal, serta pertumbuhan tenaga kerja. (Lea)

 

Buat Komentar


Kode CAPTCHA
Refresh

komunitas

Komentar Terbaru

subscribe

iklantechno
Kolom
article thumbnailTUNA SI PENGELANA LAUT PUN DIBIAKKAN DI KOLAM
12/02/2014 | Dewlest

Potongan-potongan cumi dan ikan layang bercampur dengan vitamin C dan vitamin E itu tiba-tiba lenyap diperebutkan puluhan ikan tuna sirip kuning yang terkenal tangkas dan gesit di laut.
Ikan-ikan t [ ... ]


Artikel Lainnya
    Info Produk
    Angket
    Artikel Apa Yang Anda Sukai?
     
    iklanmapiptek