Tanya Jawab
article thumbnailAtasi Jurang Teknologi dan Bisnis dengan Inkubator
16/06/2011

Jurang antara Teknologi dan Bisnis akan semakin dalam jika tidak segera dicarikan solusinya. Diperlu [ ... ]


Lainnya
Resensi
article thumbnailOrkestra Inovasi dan Kekuatan Daya Saing

Judul    : Knowledge and Innovation, Platform Kekuatan Daya Saing
Penulis  : Zuhal
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Tebal     : x + 485 halaman
Cetakan: I, 2010

Kunci kemajuan suatu bangsa sejatiny [ ... ]


Artikel Lainnya
Advertorial
article thumbnailLomba Penulisan Iptek-Hakteknas 2012

LATAR BELAKANG

Banyak negara mencapai kemajuan dan kemakmuran karena mengandalkan sumberdaya manusia yang kreatif dan inovatif untuk dapat meningkatkan daya saing negara dan mencapai kemandirian bang [ ... ]


Artikel Lainnya
workshop

Berita ini

Telah dibaca: 262

Nuklir: Satu Celaka, Semua Merasakan

Penilaian Pengguna: / 1
JelekBagus 
Jaringan Keselamatan Nuklir Asia (Asian Nuclear Safety Network-ANSN) meningkatkan pengawasan keamanan nuklir pasca Fukushima tahun lalu.

Indonesia juga melakukan meningkatkan pengawasan di tiga reaktor yang dimiliki yaitu, Bandung, Yogyakarta serta Tangerang Selatan pasca Fukusima.

Deputi Pengkajian Keselamatan Nuklir,Bapeten, Khoirul Huda, mengatakan meski beberapa negara menunda pelaksanaan PLTN nya pasca Fukushima namun negara ASNS yang tetap menjalankan PLTNnya. Negara yang tergabung ASNS yaitu Cina, Jepang, Korea, Vietnam, Malaysia, Philipina, Thailand, Singapura, Bangladesh, Kazaktan.
juga melakukan pengawasan pasca ledakan di reaktor Fukhusima tersebut.

"Reaksi setiap negara ASNS beragam sejak terjadi ledakan reaktor di Jepang itu. Vietnam dan Cina tetap menjalankan PLTNnya dan tidak terpengaruh Fukushima kemarin. Karena manfaat teknologi nuklirnya lebih banyak daripada risiko penggunaan nuklirnya. Indonesia sendiri masih menunggu keputusan presiden, " katanya di sela workshop kesiapsigaan tanggap darurat nuklir di Jakarta, kemarin (21/5).

Di Indonesia sendiri lanjut, Khoirul Huda, sudah terbentuk Organisasi Tanggap Darurat Nuklir Nasional (OTDNN) sejak lima tahun lalu. OTDNN melibatkan berbagai unsur seperti BNPB, Kemenkes, Kementan, Polri, TNI AD, dan BATAN.

Sementara untuk tingkat Asia Indonesia bersama-sama negara anggotanya memiliki komitmen untuk membantu ASNS jika terjadi kecelakaan nuklir di masing-masing negara tersebut. Tiap negara ASNS bisa minta bantuan negara anggota.

"Demikian juga sebaliknya, negara lain akan membantu Indonesia untuk kesiapsiagaan darurat nuklir. Dan yang paling penting kesiapsiagaan nuklir harus setiap saat dijaga dan tidak menunggu kejadian. Caranya dengan melakukan berbagai simulasi berkala," katanya.

Khoirul menjelaskan prinsip negara yang memiliki reaktor nuklir adalah setiap kejadian kecelakaan nuklir di satu tempat maka itu merupakan kejadian di seluruh di dunia. Jadi harus perhatian dan wajib melakukan tindakan pengawasan keselamatan nuklir di negara masing-masing.

Di sisi lain, untuk tujuan pertukaran pengalaman keselamatan nuklir tersebut diadakan workshop di Jakarta dengan menghadirkan negara-negara anggota ANSN dan negara pendukung ANSN serta Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA).

Acara ini mengagendakan pembicaraan mengenai penangangan kedaruratan yang baik untuk melindungi masyarakat, pekerja dan lingkungan dari bahaya radiasi yang sewaktu-waktu terjadi dalam suatu kecelakaan fasilitas ketenaganukliran. Juga mengkaji dan penilaian dosis yang terjadi baik dalam lingkungan serta manusia yang terkena dampaknya.
 
komunitas

Komentar Terbaru

subscribe

iklantechno
Kolom
article thumbnailImplikasi Lingkungan Akibat Pengembangan Jakarta
22/12/2009 |

Banjir musiman di Jakarta dapat diestimasikan terjadi pada setiap awal tahun dan akhir tahun. Banyak faktor yang melatarbelakangi terjadinya banjir di Jakarta, diantaranya karena semakin meluasnya wil [ ... ]


Artikel Lainnya
    Info Produk
    Angket
    Artikel Apa Yang Anda Sukai?
     
    iklanmapiptek