Homepage > Energi > Kelistrikan > Kurtubi: PLTN Harus Masuk Sistem Kelistrikan Nasional
Tanya Jawab
Hakteknas 2017, Pembangunan Maritim Berbasis Pengetahuan
25/04/2017

Jakarta - technology-indonesia.com - Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Hakteknas) tahun i [ ... ]


Lainnya
    Resensi
    Indeks Kesehatan Terumbu Karang di Indonesia
    22/11/2017

      Judul Buku : Indeks Kesehatan Terumbu Karang di Indonesia Penulis : Giyanto, Peter Mumby, Nurul Dhewani, Muhammad Abrar, dan Marindah Yulia Iswari Penerbit : Coremap-CTI, Pusat  [ ... ]


    Artikel Lainnya
    Advertorial
    Lomba Fotografi Kiprah 50 Tahun LIPI

      Technology-Indonesia.com - Memperingati 50 tahun kiprah Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) untuk bangsa, LIPI bekerjasama dengan Masyarakat Penulis Ilmu Pengetahuan dan Teknologi [ ... ]


    Artikel Lainnya

     

    Data Pengunjung
    Registered users : 5
    Online : 1857
    Guest : 1858
    Members : 0

    Kurtubi: PLTN Harus Masuk Sistem Kelistrikan Nasional

    Penilaian Pengguna: / 0
    JelekBagus 

    alt

    Anggota Komisi VII DPR Kurtubi bersama Kepala Batan Djarot Sulistio Wisnubroto di sela Seminar World Nuclear Spotlight di Hotel JW Mariot, Jakarta, Rabu (7/2/2018)
     
     
    Jakarta, Technology-Indonesia.com – Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) memberikan dukungan positif mengenai perlunya pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) di Indonesia. DPR khususnya Komisi VII  telah mengeluarkan keputusan politik agar PLTN segera masuk dalam sistem kelistrikan nasional.
     
    Anggota Komisi VII DPR RI, Kurtubi mengatakan hal tersebut di sela-sela Seminar World Nuclear Spotlight di Hotel JW Mariot, Jakarta, pada Rabu (7/2/2018). Seminar ini diselenggarakan oleh World Nuclear Association (WNA) bekerja sama dengan Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan). 
     
    “Kalau sekarang konsentrasi pengadaan listrik lebih untuk mencapai rasio elektrifikasi sampai katakanlah 100 persen. Setelah ini tercapai, kita akan perjuangkan agar listrik bisa mendukung industrisasi di Indonesia untuk mempercepat kemakmuran bangsa ini,” terang Kurtubi.
     
    Untuk mendukung industrialisasi, dibutuhkan pembangkit listrik yang menjadi base load yang kuat di samping PLTU Batubara. “DPR berpendapat PLTN harus dibangun di republik ini untuk menjadi bagian dari base load yang kuat dalam sistem kelistrikan nasional,” lanjutnya.
     
    Menurut Kurtubi, selain kapasitasnnya besar, alasan yang paling penting adalah PLTN merupakan energi yang bersih, nyaris zero CO2, dan tanpa debu. Hal Ini dibutuhkan untuk bangsa Indonesia agar bisa mempercepat pertumbuhan ekonomi dan generasi muda tidak terkena ancaman penyakit karena udara yang kotor. 
     
    “Ini tolong digarisbawahi, bahwa kita mendukung PLTN ini adalah untuk kepentingan nasional. Teknologi maupun perkembangan sistemnya sudah sedemikian maju. Hal yang ditakuti masyarakat tentang radiasi dan segala macam dari pengalaman Fukushima dan lain-lain sudah dapat diatasi lewat perkembangan teknologi maupun sistem pengamanannya. Jadi rakyat tidak perlu takut berlebihan tentang PLTN ini,” kata Kurtubi.
     
    Bukti bahwa DPR mendukung PLTN, lanjutnya, beberapa minggu lalu DPR telah mengambil sikap politik. DPR khususnya Komisi VII mengeluarkan keputusan politik agar PLTN segera masuk dalam sistem kelistrikan nasional. 
     
    “Kami meminta kepada pemerintah untuk merevisi Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 79/2014 tentang Kebijakan Energi Nasional yang menempatkan PLTN sebagai opsi terakhir. Ini dianggap sebagai salah satu barikade untuk membangun PLTN di Indonesia,” ungkap Kurtubi.
     
    DPR juga meminta kepada pemerintah untuk merevisi regulasi turunan PP Nomor 79/2014 baik berbentuk Peraturan Presiden atau Peraturan Menteri yang sifatnya menempatkan PLTN sebagai opsi terakhir. Menurutnya, tidak boleh ada diskriminasi dalam sumber daya energi, lebih-lebih ke depan kita ingin energi yang bersih. Hal ini merupakan bentuk dukungan positif dari DPR mengenai perlunya PLTN segara dibangun di Indonesia. 
     
    “Kami di DPR mendorong untuk mempercepat pembangunan PLTN ini. Lokasi yang sudah ada studi tapak seperti di Semenanjung Muria maupun Bangka Belitung menjadi prioritas untuk dibikin roadmap secara konkrit pembangunan PLTN di Indonesia,” kata Kurtubi.
     
    DPR juga mendorong Batan melakukan studi tapak atau feasibility study untuk daerah-daerah potensial, yang rakyat maupun pemeritah daerahnya menginginkan untuk dibangun PLTN seperti Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, dan Nusa Tenggara Barat.
     
    “Sambil kita sosialisasi tentang dampak negatif yang digambarkan tidak seutuhnya seperti itu. Kita berikan gambaran secara proporsional dan benar kepada masyarakat tentang PLTN,” pungkasnya.
     
     
     

    Umum

    Cegah Korupsi Sistemik, Tiga Lembaga Matangkan Penerapan SNI ISO 37001
    Jumat, 23 Februari 2018 | Setiyo Bardono

    Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko (tengah) bersama Kepala SKK Migas Amien Sunaryadi dan Kepala BSN Bambang Prasetya dalam pertemuan di Gedung Bina Graha, Jakarta, pada Jumat (23/2/2018)....

    iklantechno
    Kolom
    Capaian Kinerja 3 Tahun Kemenristekdikti
    23/10/2017 | Setiyo Bardono

    Menristekdikti saat menyampaikan Capaian Kinerja Selama 3 tahun Kemenristekdikti di Gedung Binagraha, Jakarta, Senin (23/10/2017). Foto Timeh Harahap/Kemeristekdikti   Technology-Indo [ ... ]


    Artikel Lainnya
    Profil Peneliti
    Basuki Hadimuljono: Infrastruktur Handal Kunci Utama Daya Saing
    05/08/2017

      Jakarta, Technology-Indonesia.com - Infrastruktur yang handal merupakan kunci utama dalam daya saing Indonesia. Penempatan infrastruktur dalam posisi sentral kebijakan pembangunan nasio [ ... ]


    Profil Peneliti Lainnya
      LOMBA UNTUK JURNALIS

      Info Produk
      WL-330NUL, Router Terkecil di Dunia dari ASUS

      WL-330NUL, Router Terkecil di Dunia dari ASUS

      ...
      Senin, 03 Juni 2013 14:45

      Inaco Siap Hadapi Pasar Global ASEAN

      P...
      Minggu, 05 April 2015 14:09

      Wellcomm Hadirkan Pelapis Ponsel Ekslusif

       ...
      Sabtu, 12 September 2015 23:41
      Piagio Terus Gali Pasar Indonesia

      Piagio Terus Gali Pasar Indonesia

      ...
      Jumat, 04 Desember 2015 16:29
      Wellcomm Shop Merambah Pulau Lombok

      Wellcomm Shop Merambah Pulau Lombok

      ...
      Kamis, 10 Desember 2015 12:12
      Plantronic Smartwearable Teman Beragam Aktivitas

      Plantronic Smartwearable Teman Beragam Aktivitas

      ...
      Senin, 25 Januari 2016 23:07
      BIPBIP, Jam Tangan Pintar Pelindung Buah Hati

      BIPBIP, Jam Tangan Pintar Pelindung Buah Hati

      ...
      Senin, 01 Februari 2016 11:21
      Angket
      Artikel Apa Yang Anda Sukai?
       
      iklanmapiptek