Homepage > Hankam > Surveilans > BPPT Targetkan Kuasai Teknologi Pembuatan Kapal Selam Pada 2025
Tanya Jawab
Hakteknas 2017, Pembangunan Maritim Berbasis Pengetahuan
25/04/2017

Jakarta - technology-indonesia.com - Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Hakteknas) tahun i [ ... ]


Lainnya
    Resensi
    Indeks Kesehatan Terumbu Karang di Indonesia
    22/11/2017

      Judul Buku : Indeks Kesehatan Terumbu Karang di Indonesia Penulis : Giyanto, Peter Mumby, Nurul Dhewani, Muhammad Abrar, dan Marindah Yulia Iswari Penerbit : Coremap-CTI, Pusat  [ ... ]


    Artikel Lainnya
    Advertorial
    Lomba Fotografi Kiprah 50 Tahun LIPI

      Technology-Indonesia.com - Memperingati 50 tahun kiprah Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) untuk bangsa, LIPI bekerjasama dengan Masyarakat Penulis Ilmu Pengetahuan dan Teknologi [ ... ]


    Artikel Lainnya

     

    Data Pengunjung
    Registered users : 5
    Online : 1853
    Guest : 1854
    Members : 0

    BPPT Targetkan Kuasai Teknologi Pembuatan Kapal Selam Pada 2025

    Penilaian Pengguna: / 0
    JelekBagus 
    alt
    Wahyu W Pandoe di sela-sela Seminar BPPT-SAAB “Meraih Pertahanan yang Tangguh Melalui Teknologi Pertahanan Bawah Air” di Jakarta, Selasa (29/8/2017).
     
    Jakarta, Technology-Indonesia.com – Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) sedang menjajaki pembentukan konsorsium pengembangan kapal selam nasional. Targetnya pada 2025, Indonesia sudah menguasai teknologi pembuatan kapal selam mini.
     
    Deputi bidang Teknologi Industri Rancang Bangun dan Rekayasa BPPT, Wahyu W Pandoe mengatakan penguasaan teknologi ini harus dari awal mulai basic design, drawing, desain komponen, dan lain-lain. Teknologi kapal selam juga melibatkan banyak cabang keilmuan seperti desain kapal, mesin, baling-baling, dan persenjataan.
     
    “Khusus untuk kapal selam, kita memang baru beranjak dari awal, masih dalam tahap riset dan pengembangan. Diharapkan kita bisa menguasai teknologi mulai dari kapal selam mini, kemudian menengah  hingga kapal selam ukuran besar,” ujar Wahyu di sela-sela Seminar BPPT-SAAB “Meraih Pertahanan yang Tangguh Melalui Teknologi Pertahanan Bawah Air” di Jakarta, Selasa (29/8/2017).
     
    Penguasaan teknologi kapal selam, lanjutnya, membutuhkan suatu keahlian bukan hanya pada tataran akademis, tapi juga melalui pelatihan dari negara-negara maju agar mendapat transfer teknologi. Selain itu penguasaan teknologi kapal selam membutuhkan sinergi antar kementerian dan lembaga terkait.
     
    Karena itu, BPPT tengah melakukan penjajakan pembentukan konsorsium pengembangan kapal selam yang akan melibatkan Kementerian Pertahanan, BPPT, TNI Angkatan Laut, PT PAL, ITS, ITB, UPN Veteran, perusahaan swasta dan lembaga lain. "Saat ini konsorsium tersebut sedang dijajaki dan akan dibentuk dalam waktu dekat," lanjutnya.
     
    Kapal selam terdiri dari sistem-sistem yang kompleks dan terintegrasi dari berbagai macam bidang keilmuan dan teknologi, sehingga dibutuhkan tenaga ahli teknik dari berbagai lembaga terkait.  Keberadaan konsorsium ini diperlukan untuk mengintegrasikan semua kegiatan litbangyasa dari rancang bangun dari sistem-sistem di kapal selam, sehingga hasilnya bisa dimanfaatkan oleh industri pertahanan.
     
    Targetnya pada 2015, Indonesia sudah memiliki purwarupa (prototype) kapal selam mini. Dimensi kapal selam mini yang akan dikembangkan, diameter 3 meter dan panjang 30 meter, dengan kemampuan menyelam di kedalaman 150 meter. Kapal mini ini menampung 11-12 awak dan mampu bertahan 2-3 hari di dalam air.
     
    Untuk mengembangkan kapal selam ini, BPPT menjalin kerja sama dengan SAAB, industri pertahanan Swedia. Salah satunya melalui rangkaian seminar yang kali ini berkaitan dengan sistem pertahanan bawah laut yang canggih untuk pertahanan nasional. Topik yang dibahas antara lain penanggulangan ranjau laut hingga desain dan pengembangan kapal selam.  
     
    Kepala Bagian Program dan Anggaran Pusat Teknologi Industri Pertahanan dan Keamanan BPPT Dr Fadilah Hasim mengatakan BPPT memiliki kompetensi dan fasilitas lengkap untuk mendukung penguasaan teknologi bawah laut.
     
    BPPT memiliki berbagai fasilitas laboratoria seperti Balai Teknologi Hidrodinamika, Balai Besar Teknologi Aerodinamika, Aeroelastik dan Aeroakustika (B2TA3), Balai Besar Teknologi Kekuatan Struktur (B2TKS), Balai Teknologi Mesin Perkakas, Produksi dan Otomasi (BT MEPPO), Balai Teknologi Termodinamika Motor Propulsi (BT2MP), Balai Besar Teknologi Konvsersi Energi (B2TKE), Balai Teknologi Polimer, dan Balai Teknologi Survei Kelautan.
     
    BPPT juga memiliki SDM dengan kompetensi yang perlu ditingkatkan dalam mendukung penguasaan teknologi bawah air. “Salah satu upaya yang dilakukan BPPT dalam memperoleh state of the art technology submarine adalah dengan menjalin kerjasama dengan institusi di dalam maupun luar negeri,” paparnya.
     
    BPPT juga berpengalaman dalam Litbangyasa teknologi rancang bangun teknologi bawah air seperti Remotely Operated Vehicle (ROV) “Tiram” pada tahun 2002 - 2003, dan Autonomous Underwater Vehicle (AUV) “Sotong” tahun 2004 - 2006 bermitra dengan Institut Teknologi Bandung.
     
    “Kegiatan penelitian tentang desain kapal selam telah dilaksanakan sejak 2007. Tujuan kegiatan litbangyasa tersebut lebih untuk meningkatkan kompetensi para perekayasa BPPT,” pungkasnya.
     
     
     
     

    Umum

    Cegah Korupsi Sistemik, Tiga Lembaga Matangkan Penerapan SNI ISO 37001
    Jumat, 23 Februari 2018 | Setiyo Bardono

    Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko (tengah) bersama Kepala SKK Migas Amien Sunaryadi dan Kepala BSN Bambang Prasetya dalam pertemuan di Gedung Bina Graha, Jakarta, pada Jumat (23/2/2018)....

    iklantechno
    Kolom
    Capaian Kinerja 3 Tahun Kemenristekdikti
    23/10/2017 | Setiyo Bardono

    Menristekdikti saat menyampaikan Capaian Kinerja Selama 3 tahun Kemenristekdikti di Gedung Binagraha, Jakarta, Senin (23/10/2017). Foto Timeh Harahap/Kemeristekdikti   Technology-Indo [ ... ]


    Artikel Lainnya
    Profil Peneliti
    Basuki Hadimuljono: Infrastruktur Handal Kunci Utama Daya Saing
    05/08/2017

      Jakarta, Technology-Indonesia.com - Infrastruktur yang handal merupakan kunci utama dalam daya saing Indonesia. Penempatan infrastruktur dalam posisi sentral kebijakan pembangunan nasio [ ... ]


    Profil Peneliti Lainnya
      LOMBA UNTUK JURNALIS

      Info Produk
      WL-330NUL, Router Terkecil di Dunia dari ASUS

      WL-330NUL, Router Terkecil di Dunia dari ASUS

      ...
      Senin, 03 Juni 2013 14:45

      Inaco Siap Hadapi Pasar Global ASEAN

      P...
      Minggu, 05 April 2015 14:09

      Wellcomm Hadirkan Pelapis Ponsel Ekslusif

       ...
      Sabtu, 12 September 2015 23:41
      Piagio Terus Gali Pasar Indonesia

      Piagio Terus Gali Pasar Indonesia

      ...
      Jumat, 04 Desember 2015 16:29
      Wellcomm Shop Merambah Pulau Lombok

      Wellcomm Shop Merambah Pulau Lombok

      ...
      Kamis, 10 Desember 2015 12:12
      Plantronic Smartwearable Teman Beragam Aktivitas

      Plantronic Smartwearable Teman Beragam Aktivitas

      ...
      Senin, 25 Januari 2016 23:07
      BIPBIP, Jam Tangan Pintar Pelindung Buah Hati

      BIPBIP, Jam Tangan Pintar Pelindung Buah Hati

      ...
      Senin, 01 Februari 2016 11:21
      Angket
      Artikel Apa Yang Anda Sukai?
       
      iklanmapiptek