Homepage > Pertanian & Pangan > Pertanian > Badan Litbang Pertanian Luncurkan Teknologi Padi Largo Super
Tanya Jawab
Hakteknas 2017, Pembangunan Maritim Berbasis Pengetahuan
25/04/2017

Jakarta - technology-indonesia.com - Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Hakteknas) tahun i [ ... ]


Lainnya
    Resensi
    Indeks Kesehatan Terumbu Karang di Indonesia
    22/11/2017

      Judul Buku : Indeks Kesehatan Terumbu Karang di Indonesia Penulis : Giyanto, Peter Mumby, Nurul Dhewani, Muhammad Abrar, dan Marindah Yulia Iswari Penerbit : Coremap-CTI, Pusat  [ ... ]


    Artikel Lainnya
    Advertorial
    Lomba Fotografi Kiprah 50 Tahun LIPI

      Technology-Indonesia.com - Memperingati 50 tahun kiprah Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) untuk bangsa, LIPI bekerjasama dengan Masyarakat Penulis Ilmu Pengetahuan dan Teknologi [ ... ]


    Artikel Lainnya

     

    Data Pengunjung
    Registered users : 5
    Online : 1743
    Guest : 1744
    Members : 0

    Badan Litbang Pertanian Luncurkan Teknologi Padi Largo Super

    Penilaian Pengguna: / 1
    JelekBagus 

    alt

    Kepala Balitbangtan Muhammad Syakir saat Panen Raya dan Launching Teknologi Padi Largo Super di Kecamatan Puring, Kebumen, Jawa Tengah, pada Senin (12/2/2018).

    Kebumen, Technology-Indonesia.com - Indonesia sebagai lumbung pangan dunia pada tahun 2045 merupakan target jangka panjang sektor pertanian. Sementara, laju pertambahan penduduk menyebabkan peningkatan permintaan beras. Pencapaian target tersebut akan sangat berat jika produksi padi hanya bertumpu pada lahan sawah irigasi dan sawah tadah hujan. 
     
    Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan), Muhammad Syakir mengatakan sejumlah ekosistem potensial perlu mendapat perhatian dalam pengembangan padi antara lain lahan kering masam, lahan rawa pasang surut, lahan perkebunan, lahan tanaman hutan, serta lahan kering dataran tinggi. 
     
    “Selama ini kita konsentrasi untuk peningkatan produktivitas pada lahan sawah irigasi dan sawah tadah hujan. Ke depan, kita harus memanfaatkan lahan kering sebagai sumber penghasil padi. Potensi lahan kering di Indonesia sangat besar, kurang lebih 24 juta hektar belum dioptimalkan pemanfaatannya,” kata M. Syakir pada acara Panen Raya dan Launching Teknologi Padi Largo Super di Desa Banjareja, Kecamatan Puring, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, pada Senin (12/2/2018).
     
    Largo Super merupakan inovasi-inovasi teknologi dari Balitbangtan untuk lahan kering yang telah diformulasikan sehingga menjadi teknologi terintegrasi. Largo berasal dari kata Larikan Gogo yang merupakan gambaran sistem tanam di lahan kering secara larikan. 
     
    Model ini mengikuti keberhasilan sistem Jarwo (Jajar Legowo) Super yang sudah terlebih dahulu dikembangkan untuk lahan sawah dan merupakan penyempurnaan dari pendekatan Pengelolaan Tanaman Terpadu (PTT) padi gogo yang sebelumnya telah dikembangkan oleh Balitbangtan.
     
    Balitbangtan telah menghasilkan berbagai inovasi teknologi padi spesifik lahan kering. Dari segi varietas sejumlah varietas unggul padi gogo potensi hasil tinggi telah dilepas oleh Balitbangtan baik untuk lahan kering terbuka, lahan kering di bawah tegakan dan lahan kering dataran tinggi. Varietas unggul tersebut antara lain Inpago 8, Inpago 9, Inpago 10, dan Inpago 11.
     
    “Untuk menghasilkan produktivitas dan efisiensi sehingga menarik secara pendapatan ekonomi bagi petani untuk mengintensifkan budidaya padi pada lahan kering ini, maka badan litbang pertanian menyiapkan varietas unggul padi gogo. Memang sekarang sudah ada petani yang menanam padi gogo tapi produktivitasnya masih rendah sekitar 4 ton/hektar,” terangnya.
     
    Selain varietas, Balitbangtan juga telah menghasilkan inovasi Alsintan (alat dan mesin pertanian) yang sesuai untuk lahan kering dari sejak olah tanah, tanam dengan sistem Atabela (alat tanam benih langsung), penyiangan, panen hingga pasca panen. Karena lahan kering tingkat kesuburannya rendah, para peneliti Balitbangtan juga telah menghasilkan berbagai formula pupuk hayati dan pestisida hayati yang terbukti efektif untuk mendongkrak hasil padi di lahan kering. 
     
    Pengolahan tanah dengan menggunakan pupuk organik ditambah biodekomposer Agrodeko dapat mempercepat proses pengomposan biomassa tanaman secara in situ dengan menurunkan C/N dari 40-60 menjadi 15-20 dalam waktu lebih kurang 14 hari. Komponen teknologi lainnya berupa penggunaan pupuk hayati Agrimeth pada benih padi. Serta, penggunaan pupuk an-organik yang berimbang berdasarkan Perangkat Uji Tanah untuk Lahan Kering (PUTK).
     
    Menurut M. Syakir, keberhasilan pendekatan Largo Super untuk meningkatkan produktivitas padi di lahan kering secara nyata dapat dilihat di areal demfarm 100 hektar di Kecamatan Puring. Selain pada areal demfarm di lokasi ini, terdapat juga padi gogo yang ditanam di bawah tegakan kelapa yang saat ini telah berada pada fase generatif.
     
    “Kami memperoleh data dari tim BPS yang telah melakukan ubinan terhadap beberapa titik pertanaman Largo bahwasanya produktivitas padi di lahan kering di demfarm ini dapat mencapai 7.9 ton/ha dengan pendekatan Largo Super. Capaian ini meningkat hampir 3 ton dibandingkan rata-rata di petani yang hasilnya sekitar 4 ton/hektar,” terangnya. 
     
    Kepala Balitbangtan optimis teknologi Largo Super bisa diterapkan secara lebih luas lagi di sentra-sentra lahan kering lainnya di Indonesia. Kegiatan scaling up ini akan dikawal oleh Peneliti dan Penyuluh BPTP Balitbangtan di 33 Provinsi. 
     
     
     

    Umum

    Cegah Korupsi Sistemik, Tiga Lembaga Matangkan Penerapan SNI ISO 37001
    Jumat, 23 Februari 2018 | Setiyo Bardono

    Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko (tengah) bersama Kepala SKK Migas Amien Sunaryadi dan Kepala BSN Bambang Prasetya dalam pertemuan di Gedung Bina Graha, Jakarta, pada Jumat (23/2/2018)....

    iklantechno
    Kolom
    Capaian Kinerja 3 Tahun Kemenristekdikti
    23/10/2017 | Setiyo Bardono

    Menristekdikti saat menyampaikan Capaian Kinerja Selama 3 tahun Kemenristekdikti di Gedung Binagraha, Jakarta, Senin (23/10/2017). Foto Timeh Harahap/Kemeristekdikti   Technology-Indo [ ... ]


    Artikel Lainnya
    Profil Peneliti
    Basuki Hadimuljono: Infrastruktur Handal Kunci Utama Daya Saing
    05/08/2017

      Jakarta, Technology-Indonesia.com - Infrastruktur yang handal merupakan kunci utama dalam daya saing Indonesia. Penempatan infrastruktur dalam posisi sentral kebijakan pembangunan nasio [ ... ]


    Profil Peneliti Lainnya
      LOMBA UNTUK JURNALIS

      Info Produk
      WL-330NUL, Router Terkecil di Dunia dari ASUS

      WL-330NUL, Router Terkecil di Dunia dari ASUS

      ...
      Senin, 03 Juni 2013 14:45

      Inaco Siap Hadapi Pasar Global ASEAN

      P...
      Minggu, 05 April 2015 14:09

      Wellcomm Hadirkan Pelapis Ponsel Ekslusif

       ...
      Sabtu, 12 September 2015 23:41
      Piagio Terus Gali Pasar Indonesia

      Piagio Terus Gali Pasar Indonesia

      ...
      Jumat, 04 Desember 2015 16:29
      Wellcomm Shop Merambah Pulau Lombok

      Wellcomm Shop Merambah Pulau Lombok

      ...
      Kamis, 10 Desember 2015 12:12
      Plantronic Smartwearable Teman Beragam Aktivitas

      Plantronic Smartwearable Teman Beragam Aktivitas

      ...
      Senin, 25 Januari 2016 23:07
      BIPBIP, Jam Tangan Pintar Pelindung Buah Hati

      BIPBIP, Jam Tangan Pintar Pelindung Buah Hati

      ...
      Senin, 01 Februari 2016 11:21
      Angket
      Artikel Apa Yang Anda Sukai?
       
      iklanmapiptek