Berita ini
Telah dibaca: 6156Indonesia Peringkat ke-3 Jumlah Penderita Hepatitis
Jakarta : Indonesia menempati peringkat ketiga dunia setelah China dan India untuk jumlah penderita hepatitis.
Ahli kesehatan dari Divisi Hepatologi, Depatemen Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia Ali Sulaiman memperkirakan sejumlah 13 juta penduduk Indonesia mengidap hepatitis B dan empat juta penduduk lainnya menderita hepatitis C.
“Di Indonesia, hepatitis termasuk salah satu penyakit berbahaya sehingga termasuk dalam lima imunisasi yang biayanya digratiskan pemerintah selain BCG, DPT, polio dan campak,” ujar Ali Sulaiman.
Di dunia, virus hepatitis telah menyerang hingga dua miliar penduduk dan saat ini diperkirakan 400 juta penduduk sedang terinfeksi oleh hepatitis B dan sekitar 170 juta menderita infeksi hepatitis C.
Sementara itu, peringatan Hari Hepatitis sedunia, 28 Juli di Indonesia akan dipusatkan di Yogyakarta, yang merupakan daerah dengan jumlah penderita tergolong tinggi.
"Pemilihan lokasi di Yogyakarta juga karena pelaksanaan imunisasi hepatitis di daerah itu sangat bagus, bahkan melebihi target yaitu hingga 104,5 persen," kata Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Tjandra Yoga Adhitama .
Peringatan Hari Hepatitis itu akan diisi dengan berbagai kegiatan dan akan dibuka oleh Menteri Kesehatan Endang Rahayu Sedyaningsih. "Selain itu kami juga akan melakukan surveilans mengenai jumlah penderita hepatitis di Indonesia dan mengumpulkan data lainnya untuk menulis buku panduan pengendalian penyakit ini," ujar Tjandra.
Meskipun belum mendapatkan angka pasti penderita penyakit yang menyerang fungsi hati tersebut, Tjandra memperkirakan sekitar 20 juta orang di Indonesia menderita Hepatitis B dan C.
Dengan peringatan Hari Hepatitis tersebut, diharapkan agar masyarakat dapat lebih waspada terhadap hepatitis terutama yang menyerang bayi karena ditularkan dari sang ibu.
Sebelumnya, Hari Hepatitis diperingati tiap tanggal 19 Mei namun atas usulan delegasi Indonesia dalam sidang Badan Eksekutif WHO ke-126, disepakati Hari Hepatitis akan diperingati tiap tanggal 28 Juli yaitu hari kelahiran Dr Baruch Blumberg, penemu hepatitis B pada 1965.
Silent Epidemic
Hepatitis C dikenal sebagai wabah terselubung (silent epidemic) yaitu penyakit dengan gejala yang tidak kentara. Banyak orang yang mengidap Hepatitis C tetapi sebagian besar dari mereka tidak sadar karena tidak merasakan gejalanya selama bertahun-tahun sejak terinfeksi.
Menurut data dari Organisasi Kesehatan sedunia (WHO) pada 2000, angka kejadian infeksi virus hepatitis C di Indonesia hampir 2,4% dari seluruh penduduk (sekitar 7 juta orang).
Virus hepatitis C genotipe 1 merupakan genotipe yang paling sering ditemukan di Indonesia (sekitar 60%-65%). Genotipe 1 merupakan genotipe yang sulit diobati dan disembuhkan.
Dalam bahasa latin “hepatitis” berarti ”peradangan hati”. Penyebab peradangan ini bisa bermacam-macam, mulai dari virus, bahan kimia, obat-obatan dan alkohol. Virus hepatitis C adalah salah satu penyebab penyakit hati di Indonesia.
Virus hepatitis C adalah salah satu jenis virus hepatitis. Terdapat 7 jenis virus hepatitis yaitu: A, B, C, D, E, G dan TT. Di antara semua jenis virus ini, virus hepatitis C merupakan salah satu penyebab infeksi hati menahun (kronik) dan dapat berakhir pada sirosis, kanker hati dan kematian. Diperkirakan virus hepatitis C telah menyerang lebih dari 170 juta orang di seluruh dunia.
Virus hepatitis dapat menular dari satu orang ke orang lain, dengan cara penularan yang berbeda-beda. Hepatitis A menyebar melalui makanan dan minuman yang terkontaminasi, sedangkan virus hepatitis B dan C menyebar terutama melalui kontak darah dan cairan tubuh.
Seseorang bisa saja terinfeksi lebih dari 1 jenis virus hepatitis. Karena risiko yang berbahaya bagi hati penderita, seseorang yang menderita hepatitis C harus berkonsultasi dengan dokter untuk juga mendapatkan vaksin terhadap hepatitis A dan hepatitis B. Tidak seperti hepatitis A dan B, hingga saat ini hepatitis C belum ada vaksinnya.(berbagai sumber/Lea)
Implikasi Lingkungan Akibat Pengembangan Jakarta
Banjir musiman di Jakarta dapat diestimasikan terjadi pada setiap awal tahun dan akhir tahun. Banyak... Read moreKLIBS Usung Anastesi Lokal untuk Bantu Orang Miskin
Dunia kedokteran sudah lama mengenal anastesi lokal atau bius lokal. Namun penerapan bius... Read moreAdiseno PhD
Adiseno PhD Bandung, 14 November 1967Bidang Keilmuan : MIPA Kimia Elektronika Adiseno memperoleh... Read moreTahun ini Musim Kemarau Hanya Dua Bulan
Musim kemarau pada tahun ini mengalami pergesaran atau kemunduran. Untuk wilayah Sumatera, Sulawesi... Read moreNoer Laily, Dra. Msi
Usia muda tidak berarti sedikit berkarya. Dra Noer Laily, Msi mampu membuktikan di usianya yang... Read moreKris Tri Basuki,Prof .Dr
Dua jenjang pendidikan tinggi sebelumnya, Sarjana Muda maupun Sarjana, yang ditekuni Kris, di... Read moreAmin Santosa Zarkasi, M.Sc, Ph.D.
Amin Santosa Zarkasi, M.Sc, Ph.D Kebumen, 17 Desember 1953 Bidang Keilmuan : MIPA Fisika Fisika At... Read moreMenristek: SINas Iptek Dukung Pertumbuhan Ekonomi
Menristek Suharna Surapranata menegaskan bahwa pembentukan Sistem Inovasi Nasional (SINas) tidak... Read morePengumuman Pemenang Lomba Penulisan Iptek
Sejak diumumkan hingga tanggal 30 Juli 2010 yang merupakan batas akhir penulisan dan pengiriman... Read moreAsep Karsidi Jabat Kepala Bakosurtanal
Menristek Suharna Surapranata hari ini melantik Dr. Asep Karsidi sebagai Kepala Badan Koordinasi... Read morePacu Inovasi, Kementerian Ristek Bangun Strategi Kebersamaan
Sebagai upaya mensinergikan antara sisi penyedia dan sisi pengguna Iptek, Kementerian Riset dan... Read moreGunung Gede-Pangrango Tempat Hidup 600 Macan Tutul
Cipanas, 23/2 - Masih berkeliaran sekitar 600 macan tutul (Panthera pardus) di Taman Nasional... Read moreDeteksi Jantung Melalui Treadmill Test
Jakarta : Treadmill test hingga kini kerap diabaikan dalam proses medical check up penyakit jantung ... Read moreLomba Komik Energi Baru dan Terbarukan
LOMBA KOMIKMENGEMBANGKAN DAN MENERAPKAN ENERGI BARU DAN TERBARUKANEnergi dan listrik merupakan... Read moreBiogas dari Limbah Tahu
Kementerian Riset dan Teknologi melalui Program Pengendalian Dampak Perubahan Iklim membuat proyek... Read morePengumuman Pemenang Lomba Karya Tulis Kota Ramah Lingkungan
Sebagai realisasi kampanye ”Go Green”, Mal Ciputra Jakarta telah menyelenggarakan lomba artikel... Read moreMapiptek Gelar Pelatihan Penulisan di 8 Universitas
Menulis karya ilmiah populer saat ini menjadi kebutuhan dan tuntutan kalangan akademisi. Banyak... Read moreSiswa SD se-Jabodetabek Kunjungi PP IPTEK
Jakarta : Pusat Peragaan Iptek (PP-IPTEK) menjadi bagian program acara ”Ayo Ke Museum Bersama Ibu... Read moreMinat Menulis Mahasiswa Minim
Ketua Program Mapiptek Edy Kuscahyanto menyayangkan kurangnya peminat mahasiswa dalam penulisan... Read moreDekan FT Undip Bambang Pudjianto : Menulis Sama Artinya dengan Membaca dan Memahami
Menulis limiah harus ditunjang dengan membaca dan memahami berbagai hal, kata Dekan Fakultas Teknik... Read moreImlek Tak Selamanya Diwarnai Hujan Lebat
Imlek yang jatuh tepat pada Kamis, 3 Februari 2011, hanya sebagian kecil wilayah di Idnonesia yang... Read moreKomentar Terbaru
Habis BBM, Terbitlah EBT
kami mahasiswa teknik mesin Universitas BUng Karno... More...
03.02.13 03:11
By
LIPI Ubah Air Banjir Jadi Air ...
Gimana caranya mendapatkan alat tsb ? Apa ada di p... More...
21.01.13 22:14
By
Gempur Terigu dengan Makaroni ...
salam kenal... selamat atas penemuannya... smg ber... More...
25.11.12 00:22
By




















